TenggaraNews.com, JAKARTA – Jakarta Islamic Centre (JIC) akan mengadakan program broadcast School (JICBS), sebuah pembelajaran broadcast non formal yang akan diselenggarakan padabbulan Juli mendatang. Hal tersebut dikatakan Rusydi, Kepala Divisi Informasi dan Komunikasi Badan Managemen JIC.
“JICBS dibuka untuk umum, baik laki-laki maupun perempuan, mulai dari usia 18 sampai 30 tahun yang sangat tertarik pada dunia broadcast, jurnalistik radio dan televisi, penyiaran, penulisan dan perfilman” ujar Rusydi saat ditemui TenggaraNews.com di ruang kerjanya, Selasa 12 Maret 2019.
Menurutnya, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada anak muda muslim, agar memiliki skill di bidang media dan dakwah Islam yang semakin menjamur, dan memberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu di bidang tersebut. Apalagi, lapangan kerja dan usaha pada media begitu luas dan lagi booming seperti menjadi youtuber.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, meski baru akan digelar Juli mendatang, namun saat ini pihaknya sudah mulai membuka pendaftaran untuk JICBS angkatan ke -7.
Bagi yang berminat mendaftar bisa melalui online di www.islamic-centre.or.id, atau bisa mendaftar langsung ke kantor JIC Koja Jakarta Utara. Peserta yang diterima sebanyak 100 orang. Perkuliahan ini beasiswa 100 % dan bersertifikat.
“Peraturannya ketat, tidak boleh absen dua kali pertemuan dari 16 kali pertemuan yang direncanakan. Perkuliahan pada setiap akhir pekan,” jelasnya.
Rusydi juga menambahkan, pembelajaran didampingi oleh para instruktur profesional di bidangnya yang merupakan praktisi media, baik televisi, radio, event organizer dan sutradara film.
Pembelajaran, kata dia, terdiri dari 30 persen teori dan 70 persen praktek. Adapun materi yang diajarkan seputar jurnalistik televisi dan radio, teknik penulisan, proses pembuatan film, proses creative, pengelolaan event organizer, public speaking dan penyiaran. Ditambah dengan materi dakwah moderat di media menggunakan ilmu penyiaran, menjadi keniscayaan pada era sekarang.
“Durasi pendidikan selama 2,5 bulan, di penghujung pendidikan para peserta harus membuat atau memproduksi film. Program ditutup dengan wisuda yang lolos pendidikan melalui ujian,” tambahnya.
Kepala Sekretariat Jakarta Islamic Centre, Ahmad Juhandi menerangkan, bahwa pihaknya memberi peluang belajar boadcast bagi para pemuda dan pemudi muslim, agar mereka bisa mengembangkan dirinya dan mampu mengisi dunia medsos, TV, online dan lainnya.
“Diisi dengan konten yang bermanfaat dan mengedukasi masyarakat,” terangnya.
(Mif/red)









