TNC, MUNA – Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) merupakan program pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial RI, yang bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat suatu daerah dari derita kemiskinan. Program ini menyasar pada kawasan yang tidak tersentuh peradaban. Pemberdayaan ini merupakan salah satu solusi untuk melahirkan peradaban baru, bagi kawasan terpencil dan tertinggal.
Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementrian Sosial Drs. Hasbullah, M.Si menyebutkan beberapa kriteria hingga kawasan tersebut masuk dalam kategori KAT. Pertama, keterbatasan akses pelayanan sosial dasar. Kemudian komunitas itu tertutup, homogen dan penghidupannya tergantung kepada sumber daya alam. Wilayahnya marginal dipedesaan dan perkotaan. Lalu, tinggal di wilayah perbatasan antar negara, daerah pesisir, pulau terluar dan terpencil.
“Pemberdayaan KAT merupakan bagian dari nawacita Jokowi JK membangun indonesia dari pinggiran. Walau demikian, pemberdayaan KAT tidak menggeser kearifan lokal,” Kata Hasbullah dalam Rapat Koordinasi Kerja (Pokja) Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil di ruang rapat Sekda Muna, Rabu (23/8/2017).
Pemberdayaan KAT ini, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa kerjasama dari beberapa elemen birokrasi. Setidaknya ada 11 bidang yang berkaitan dengan pemberdayaan ini, yakni persoalan pemukiman dan administrasi kependudukan, kehidupan beragama, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan dan penyediaan akses kesempatan kerja. Bidang lainnya adalah penyediaan akses lahan, advokasi dan bantuan hukum, pelayanan sosial serta lingkungan hidup.
“Setiap instansi menangani bidang yang sesuai dengan disiplin kerjanya. Kami mengapresiasi terbentuknya Pokja, sebagai bentuk keseriusan Pemda Muna dalam menyambut program ini,” katanya.
Sementara itu, Asisten II Sekda Muna, LM. Syarif Andi Muna mengungkapkan, sasaran kerja ini berada di kampung lama. Dilokasi ini menurutnya cukup memprihatinkan, karena ketika hujan lebat menyebabkan tanah menjadi tergenang dan berwarna merah.
” Anak-anak bermain ditempat itu. Rumah penduduk masih tradisional dan penduduknya banyak tersebar dibeberapa tempat,” ungkapnya.
Laporan: Gibran









