TenggaraNews.com, KONAWE – PT. Andalniaga Bumi Energi (ABE) mendesak pihak PT. Konawe Putra Propertindo (KPP) agar segera melunasi tunggakan utang sebesar Rp14 miliar.
Humas PT. ABE, Muh. Rianto Ali mengungkapkan, pihaknya bersama PT. KPP menjalin kerja sama untuk proyek penimbunan jalan hauling sepanjang 18 kilo meter, pada 2013 silam. Dan saat ini, jalan tersebut digunakan pihak PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNi).
Rinto menambahkan, pihaknya sudah bersurat sebanyak empat kali terkait tunggakan utang tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan dari PT. KPP.
“Kami sangat dirugikan, ketunggakannya (PT. KPP) belum diselesaikan. Kami sudah empat kali menyurat, tapi tak diindahkan,” ujar Rianto, saat ditemui di Mess PT. ABE, Senin 20 Januari 2020.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, bahwa PT. KPP telah melakukan penunggakan utang selama lima tahun. Terkait kewajiban perusahaan tersebut, kata Rianto, PT. KPP telah memberikan pengakuan secara tertulis terkait hutang, yang dituangkan melalui surat nomor 002/X/2015.
Hanya saja, dari total hutang Rp14 miliar yang telah dilayangkan melalui invoice tagihan, PT. KPP hanya mengakui Rp4,5 miliar. Olenya itu, PT. ABE meminta agar tunggakan yang dibayarkan sesuai tagihan.
Rianto menerangkan, berdasarkan keterangan PT. KPP kepada pihaknya, tunggakan tersebut belum dibayarkan karena PT. VDNI belum membayarkan kewajibannya kepada PT. KPP.
“Alasannya, karena invoice KPP belum juga dibayarkan oleh pihak PT. VDNI. Tahapan pembayarannya baru dilakukan sekali, itupun tidak lunas. Dan tahapan selanjutnya sampai saat ini juga belum dibayarkan,” terangnya.
Pengawas PT KPP, Andryawan tak bisa menberikan penjelasan terkait polemik hutang piutang antara PT. KKP dan ABE. Kendati demikian, Ia mengakui, jika perusahaan tempatnya bekerja itu memiliki tunggakan hutang kepada PT. ABE.
“Memang ada, tapi tidak tahu berapa jumlahnya. Sepertinya begitu, tunggakan itu belum dibayar karena pihak PT. VDNI juga belum membayarkan invoice PT. KPP,” kata Andryawan kepada awak media.
Untuk diketahui, aksi massa PT. ABE berencana menggelar aksi demonstrasi di depan mess PT. KPP, terkait tuntutan pelunasan hutang piutang tersebut. Akan tetapi, aksi demonstrasi itu gagal dilaksanakan karena dihalangi sekelompok orang bertopeng.
Meski pihak Polres Konawe telah menurunkan personelnya untuk melakukan pengamanan, namun kericuhan tersebut tak dapat terhindarkan.
Pantauan di lapangan, sejumlah orang bertopeng nampak membawa senjata tajam dan balok. Bahkan, aksi massa dari PT. ABE dilempari batu, sehingga lari tunggang langgang mencari perlindungan.
Hingga saat ini belum diketahui, apakah pihak kepolisian mengamankan oknum yang membawa senjata tajam atau tidak. Pasalnya, Kapolres Konawe, AKBP Susilo Setiawan yang dihubungi melalui akun WhatsApp miliknya, hanya membaca chat jurnalis TenggaraNews.com tanpa memberikan jawaban.
Laporan: Ikas Cunge









