TenggaraNews.com, KENDARI – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Konawe
Utara, I Made Tarubuana, sangat prihatin melihat kondisi warga korban
banjir di beberapa desa yang terdapat di 5 kecamatan.
“Saya sangat sedih dan prihatin melihat saudara kami di Konawe Utara
yang menjadi korban banjir. Mereka terpaksa mengungsi ke tempat-tempat
yang lebih tinggi, demi menyelamatkan diri bersama keluarga. Saya tak
bisa berkata-kata lagi melihat kondisi mereka saat ini,” ujarnya I
Made Tarubuana melalui sambungan telepon seluller, Minggu (9/6/2019).
Terkait anggaran daerah untuk membantu warga korban banjir, dirinya
tidak bisa berbuat banyak sebab ini menyangkut kewenangan birokrasi
pemerintah daerah.
“Kecuali di rapat pembahasan perubahan anggaran, bisa dimasukkan
asalkan masih tersedia alokasi dana. Kalaupun harus masuk dalam
pembahasan perubahan, kemungkinan dewan akan mempercepat
pembahasannya,” ungkapnya dengan nada sedih.

Kondisi warga korban banjir saat ini sangat susah, sehingga diperlukan
bantuan secepatnya. Mereka butuh bantuan untuk memenuhi kebutuhan
hidup sehari-hari, bantuan obat-obatan juga sangat diperlukan.
Termasuk bantuan pakaian dan selimut agar terhindar dari hawa dingin.
Made Tarubuana juga mengungkapkan, jembatan asera sudah tidak bisa
dilewati lagi kendaraan roda empat dan dua. “Air sungai Asera sudah
meluap hingga menutup akses jalan. Rumah-rumah warga sudah tenggelam,
bahkan ada yang hanyut terbawa banjir. Ini sangat menyedihkan,”
katanya.
Selain akses jalan terputus, kondisi di malam hari gelap gulita.
Listrik PLN sudah tidak berfungsi lagi, karena pengaruh banjir.
Demikian jaringan telepon seluller sudah tidak bisa berfungsi.
“Pokoknya sudah sangat menyedihkan kondisi korban banjir. Harus ada
tindakan lebih cepat, sebelum timbul korban jiwa,” harapnya.
Laporan : Rustam









