TenggaraNews.com, KENDARI – Muda, kreatif dan sukses. Tiga kata ini menggambarkan sosok Ketum Selebriti Anti Narkoba Indonesia (SANI), Muhammad Fadel Christopol yang kini maju bertarung dalam bursa Pileg 2019.
Bersama Partai Hanura, Sulawesi Tenggara (Sultra) dipilih dede, sapaan akrabnya, sebagai daerah pemilihan (Dapil) yang akan mengantarkan dirinya menuju senayan.
Terdaftar sebagai Caleg DPR RI Dapil Sultra tentu bukan tanpa alasan. Sebab, pria berusia 28 tahun ini merupakan bagian dari Bumi Anoa. Sejak usia SD hingga lulus SMA, mantan model ini berdomisili di Kota Baubau.
Setelah lama meninggalkan Sultra, kata dia, dan sukses membangun karir entertaint dan usaha lainnya, kini saatnya Wasekjend DPP Partai Hanura ini pulang kampung dan mengabdikan diri untuk pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Sultra.
“Sebagai orang Sultra, tentu saya merasa terpanggil untuk berkontribusi bagi daerah tercinta dan masyarakat. Sebab, jika bukan kita yang membangun daerah ini siapa lagi,” ujar Caleg DPR RI termudah ini, saat ditemui tim TenggaraNews.com, Sabtu 23 Februari 2019.
Sebelum memutuskan maju, lanjut Dede, Ia sempat berniat menunda dan merencanakan untuk mempersiapkan diri pada Pileg lima tahun mendatang. Namun, dirinya terdorong dengan semangat untuk mengabdikan diri dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sultra.
“Memang sempat terfikir untuk tidak maju dulu, yah karena usia masih relatif muda sih. Tapi, saya akhirnya sadar bahwa ini sudah saatnya saya pulang kampung, membawa ide dan gagasan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyatnya,” beber alumni SMAN 1 Bau- Bau ini.
Disinggung soal kompetitornya, yang merupakan incumbent dan mantan kepala daerah serta telah malang melintang di kanca perpolitikan, politisi Hanura ini mengaku tak gentar dan selalu optimis dapat mengamankan satu kursi di senayan melalui Dapil Sultra.
Apalagi, lanjut Dede, sebagai Caleg muda yang merupakan reperesentatif dari kaum milenial, dirinya mengaku bisa mendapatkan suara para kaum muda secara maksimal. Kemudian, ditambah lagi dengan suara dari para kaum tua.
“Saya sudah jalan di kepulauan dan bertemu petani, nelayan serta seluruh lapisan masyarakat, dan alhamndulilah respon mereka baik serta menyatakan sikap siap mendukung saya. Sekarang, saya jalan lagi di daratan Sultra,” jelas alumni SMPN 1 Bau- Bau ini.
Dia juga mengaku, bahwa saat ini Ia sudah mengamankan suara hampir 100 ribu (by data). Kini, tinggal membutuhkan sekitar 50 ribu suara lagi untuk berada di posisi aman.
“Saya menawarkan ide dan gagasan, untuk Sultra yang lebih baik,” pungkas Dede.
(Rus/red)









