PASCA pergantian Ketua DPD PDIP Provinsi Sultra dari Abu Hasan ke Lukman Abunawas, peta politik di Kabupaten Buton Utara sempat menjadi perbincangan hangat. Berbagai spekulasi politik bermunculan untuk melemahkan posisi Abu Hasan sebagai petahana.
Adalah Ketua DPC PDIP Buton Utara, Ahmad Afif Darvin memberikan penjelasan untuk menepis isu miring yang melemahkan posisi Abu Hasan.
Berikut petikan wawancara khusus Ahmad Afif Darvin dengan jurnalis TenggaraNews.com, Rustam :
—————
Bagaimana sosialisasi menghadapi Pilkada?
Secara internal di partai, kami sudah melakukan tahap sosialisasi di 6 Kecamatan dan 90 desa dan kelurahan yang ada di Buton Utara.
Bagaimana kesiapan pengurus PDIP hingga ke bawah?
Iya itu tadi, sudah terbentuk semua pengurus mulai dari ranting sampai anak ranting. Memang masih ada satu kecamatan lagi yang belum, karena kendala situasi kondisi saat ini, yakni wabah virus corona.
Apakah sudah final pasangan Abu Hasan dengan Suhuzu?
Iya sudah final. Pak Abu Hasan akan maju kembali pada Pilkada nanti berpasangan dengan Pak Suhuzu.
Sebenarnya apa pertimbangannya Abu Hasan sebagai petahana berpasangan dengan Suhuzu?
Tentu banyak faktor pertimbangan, sehingga kemudian diputuskan Pak Abu Hasan sebagai petahana berpasangan dengan Suhuzu. Antara lain, pertama sosok Suhuzu pernah menjabat ketua KPUD Buton Utara selama dua periode, sehingga dinilai memiliki kapasitas SDM dan kapabilitas yang mumpuni. Kedua, sosok Suhuzu adalah tokoh masyarakat khususnya di wilayah Kambowa dan Bonegunu dan sekitarnya. Ketiga, sosok Suhuzu ini adalah mantan wartawan, artinya punya kemampuan skil yang tidak dimiliki calon lain.

Bisa diberikan gambaran peta kekuatan antara Abu Hasan dengan Suhuzu?
Secara garis besar saja, Pak Abu Hasan mempunyai basis di wilayah Kulisusu Utara, Kulisusu Barat, Labuan Wakarumba Utara. Sedangkan Suhuzu memiliki basis keluarga besar di Kambowa, Bonegunu dan sekitarnya.
Peta kekuatan basis lain?
Dari sisi internal saja, PDIP memiliki empat kursi di DPRD Buton Utara. Keempat anggota dewan termasuk saya sendiri, saya berikan tanggungjawab. Diberi surat tugas untuk terus melakukan konsolidasi ke basis masing-masing.
Bisa dijelaskan lebih rinci?
Ada empat anggota DPRD terus melakukan konsolidasi di Dapilnya masing-masing. Seperti konsolidasi yang dilakukan Ibu Fatria di Dapil I meliputi di Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat. Ibu Lis di Dapil II meliputi Kulisusu Utara dan Wakarumba Utara. Demikian juga di Dapil 3 wilayah Kulisusu, ada saya dan Muslimin. Setiap anggota dari PDIP wajib memberikan laporan hasil konsolidasinya. Supaya kita dapat mengukur kinerja di lapangan.
Ada berapa sebenarnya calon wakil bupati yang digadang-gadang DPC PDIP Buton Utara?
Ada dua calon sebenarnya. Namun pada akhirnya pilihan jatuh sama Pak Suhuzu, tentu dengan berbagai pertimbangan itu tadi. Yang jelas banyak faktor pertimbangan dan kajian.
Menurut anda, ada berapa kandidat yang akan bertarung di Pilkada Buton Utara?
Prediksi kami ada tiga pasang, bila semuanya memperoleh rekomendasi dari partai. Prediksi kami yaitu Pak Abu Hasan sebagai petahana, kemudian Pak Ridwan Zakaria dan Pak Aswadi.
Dari tiga kandidat tersebut, bagaimana kekuatan petahana saat ini?
Tentu PDIP sebagai partai pengusung tetap optimis memenangkan pada Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020 nanti.
Bagaimana Anda mengukur optimisme itu?
Dari hasil survey, Pak Abu Hasan masih pada posisi teratas dibandingkan dengan kompetitor. Makanya kami yakin bahwa Pak Abu memiliki peluang yang sangat besar untuk memenangkan Pilkada nanti.
Berapa besar persentase hasil survey?
Maaf kalau angkanya tidak bisa saya sampaikan ke publik. Ini konsumsi internal saja untuk mengukur tingkat pergerakan sosialisasi ke masyarakat.
Sebenarnya bagaimana peta kekuatan suara di DPRD Buton Utara?
Oh itu… secara keseluruhan ada 20 kursi anggota DPRD Buton Utara. Rinciannya, PAN 5 memiliki 5 kursi, PDIP memiliki 4 kursi, Golkar dan PKB masing-masing mempunyai 3 kursi. Partai Demokrat 2 kursi. Sedangkan Gerindra, PKS dan PKP berbagi masing-masing 1 kursi.
Dengan memiliki 4 kursi di parlemen, PDIP sudah bisa mengusung sendiri pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton Utara?
Iya benar, tanpa koalisi PDIP sudah bisa mengusung sendiri. Hanya memang PDIP tetap ingin menambah kekuatan, dengan cara berkoalisi dengan partai lain.
Sejauh ini, partai mana saja yang sudah terbangun komunikasinya?
Jauh sebelumnya sudah ada komunikasi dengan Partai Demokrat, Partai Gerindra. Komunikasinya sudah sampai di tingkat provinsi, tinggal menunggu keputusan DPP saja.
Kabarnya partai non seat di DPRD Buton Utara juga diajak bergabung?
Betul … Kami juga sudah membangun komunikasi dengan partai non seat di DPRD Buton Utara, seperti PPP, PSI, PBB. Bahkan partai non seat ini sudah konsolidasi di konstituennya.
Berarti mesin partai sudah bergerak?
Sudah bergerak dan itu wajib dilaksanakan, khususnya seluruh kader dan pengurus PDIP, mulai dari DPC, ranting sampai anak ranting. Perintah DPP PDIP tegak lurus sampai ke bawah. Tidak ada tawar menawar dengan perintah.

Bagaimana dengan terjadinya pergantian ketua di DPD PDIP Provinsi Sultra dari Abu Hasan ke Lukman Abunawas?
Itu keputusan DPP PDIP yang harus dilaksanakan. Itu hanya pergeseran posisi saja. Tujuannya adalah agar Pak Abu bisa lebih fokus menghadapi Pilkada 2020. Perintah DPP tegak lurus sampai ke tingkat bawah untuk dilaksanakan.
Apakah pergeseran ini dapat mempengaruhi kesolidasi dukungan?
Tidak, karena seluruh kader tetap solid untuk memenangkan pasangan Abu Hasan dalam Pilkada nanti.
Anda kan Wakil Ketua DPRD Buton Utara, bisa anda jelaskan keberhasilan Abu Hasan dalam kurun waktu kepemimpinannya sebagai bupati Buton Utara?
Tentu kita jangan menutup mata, kalau bicara keberhasilan pembangunan Buton Utara sejak Pak Abu Hasan menjadi bupati. Banyak pencapaian kemajuan pembangunan.
Secara umum bisa dijelaskan pencapaian dimaksud?
Ada peningkatan anggaran TPP untuk Pegawai Negeri, peningkatan alokasi dana desa sekitar 80 persen, bantuan pendidikan berupa beasiswa terjadi kenaikan 50 persen. Ada subsidi pembukaan lahan pertanian, bantuan alat tangkap ikan untuk nelayan, pembangunan jalan usaha tani di 90 desa dan kelurahan.
Apalagi yang lain?
Hadirnya kantor Polres dan Kodim di Buton Utara. Ini merupakan bagian dari pencapaian prestasi. Bisa dibayangkan, sekitar 13 tahun terbentuknya Kabupaten Buton Utara, baru kepemimpinan Abu Hasan sebagai bupati terealisasi berdirinya kantor Polres dan Kodim.
Bagaimana dengan sektor pertanian?
Ada padi organik yang dikembangan Pemda Buton Utara dan ini tersebar di 6 kecamatan. Dan masih banyak lagi pencapaian pembangunan. Soal kemudian ada jalan yang belum bagus, itu karena kondisi pandemi Covid-19. Tapi yang jelas tahun ini akan rampung.(**)









