TenggaraNews.com, KENDARI – Agenda pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang mulai menjadi perbincangan hangat dikalangan publik Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari 7 kabupaten di Sultra yang akan menggelar Pilkada, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kini diwarnai berbagai spekulasi politik, salah satunya adalah kemungkinan pasangan Surunuddin-Arsalim (Suara) yang saat ini memimpin daerah tersebut pecah kongsi.
Isu tersebut diperkuat dengan pernyataan yang dilontarkan Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Imran. Mantan Bupati Konsel dua periode ini memastikan Pasangan Suara tak akan bersama lagi dalam kontestasi politik di 2020 mendatang.
Menurut mantan Sekda Konawe ini, sistem pemerintahan yang dibangun saat ini dinilainya tak sejalan lagi dengan arah pembangunan daerah yang dirintisnya tersebut. Olehnya itu, Partai Gerindra mewacanakan akan mengorbitkan kadernya dalam Pilkada kedepan.
“Sudah tidak lagi. Kita pisah,” tegasnya, saat ditemui di kediamannya, Rabu 29 Mei 2019.
Ditanya soal figur yang akan diusung, Imran belum mau menyebutkannya secara detail. Hanya saja, dia menyinggung nama Wakil Bupati Konsel saat ini, Arsalim yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Konsel.
“Ketua DPC Gerindra Konsel berpotensi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Konsel, Arsalim nampak masih ragu-ragu menyampaikan niatannya maju di Pilkada Konsel.
Wakil Bupati Konsel ini mengaku masih fokus menyelesaikan tugas pemerintahannya. Untuk itu, dirinya belum mau memikirkan persoalan politik. Kendati demikian, sebagai petugas partai, Arsalim siap menjalankan perintah partai.
“Yah, kalau ditugaskan oleh partai, saya pasti siap,” kata Arsalim.
Laporan: Ikas









