TenggaraNews.com, MUNA BARAT – Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri) kini mulai di minati para petani di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar). Pasalnya, pasar tanaman sejenis umbi-umbian itu sangat menjanjikan, karena memiliki nilai harga yang sangat tinggi untuk dipasarkan.
Sudarwan, Ketua Organisasi Bidang Pertanian dan Peternakan Oke Oce ilayah Kendari mengatakan, kedatangannya ke Desa Latugho, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat untuk melihat perkembangan tanaman porang. Dirinya memastikan para petani ke depan bisa sejahtera jika tanaman tersebut dapat di budidayakan dengan baik.
“Penanaman tanaman porang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kecil. Sebenarnya, tanaman porang ini sudah lama di budidayakan namun masyarakat belum banyak yang mengetahui tentang tanaman ini,” ujarnya, Senin 23 Maret 2020.
Dikatakannya, bahwa porang mempunyai potensi yang besar di dunia industri dan dunia makanan, yang selama ini dikonsumsi oleh negara luar seperti China, Jepang, Korea bahkan Australia.

Untuk pemasaran dan penjualan, lanjutnya, Oke Oce sudah memiliki jaringan. Di mana jaringan tersebut dibentuk dan telah ada untuk memberikan satu peluang pemasokan terhadap masyarakat. Untuk pemasaran akan dilakukan MoU dengan pihak bayer yang berada di Kota Makassar.
“Untuk harga panen sendiri normatif, kalau porang basah berkisar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu, kalau yang keringnya bisa mencapai Rp80 ribu per kilonya. Adapun jika nanti harganya bermain sekitar Rp5 ribuan, saya pikir masih memiliki keuntungan yang sangat signifikan. Jadi, petani tidak perlu takut, sudah banyak petani porang sukses di luar sana, terbanyak berada di Jawa tengah. Para petani di Muna hanya belum mengetahui linknya untuk mendapatkan informasi itu.” bebernya.
Sementara itu, salah satu bayer yang juga seorang petani asal Muna, Karlos mengatakan, dirinya menanam porang baru berjalan kurang lebih empat bulan lamanya, dan tanaman tersebut kini mulai tumbuh dan nampak kutil di area daun. Kutil tersebut kelak akan menjadi bibit yang akan di polibek.
Mantan surveyor salah satu pembiayaan di Kota Raha itu meyakini, tanaman porang bisa meningkatkan pendapatan ekonomi para petani.
Dia juga menambahkan, dirinya menjadi bayer karena ditugaskan oleh Ahmad Sulaeman asal Kota Makassar. Dana yang disiapkan untuk membeli hasil panen para petani kelak, sesuai dengan bibit yang sudah disalurkan oleh pihaknya.
“Bibit yang sudah tersalurkan di wilayah Muna Raya saat ini berjumlah sekitar dua ton, dan itu sudah tersebar serta telah ditanam oleh para petani, yang nota bene para kaum milineal. Harga 2 ton tersebut sudah kami siapkan. Saya di Muna ini di percayakan untuk menjadi bayer,” tambahnya.
Karlos tidak menafikan, bahwa tanaman porang atau masyarakat Muna menyebutnya tanaman mirip Kiki itu dikeluhkan para petani, karena bibitnya terbilang mahal, dengan harga bervariasi mulai 100 ribu sampai 125 ribu perkilonya. Bibit tersebut diambil langsung dari Makassar.
Dengan harga yang terbilang tinggi, para petani juga harus mengetahui, bahwa bibit tersebut bisa hanya sekali dibeli dari pihak bayer karena nantinya saat tanaman itu tumbuh dan berkembang, bibitnya akan tersedia di tanaman porang itu sendiri.
“Di tanaman porang itu sudah menyiapkan bibit baru, dimana bibit tersebut tumbuh di daunnya yang mirip kutil. Jadi, setiap petani yang membeli bibit ke kita akan kami berikan edukasi, bagaimana cara menanamnya, cara memindahkan bibit baru sampai pada cara memanennya” katanya.
Lebih lanjut, Karlos menjelaskan, bahwa perkarung bibit porang dengan berat 50 kg yang terdiri dari 3 macam, ada yang jenis super perkarungnya dengan jumlah isi 500 biji, sebesar bola pimpong sekitar 2 ribu biji dan sebesar telur ayam dengan jumlah isi perkarungnya 1000 biji. Masing-masing dari bibit tersebut, kata dia, memiliki masa panen yang berbeda-beda.
“Panennya itu kalau jenis super selama 9 bulan dan 2 jenis lainnya selama setahun. Kalau masyarakat membeli 1 karung maka pihak kami akan memberikan 2 karung dengan perjanjian panen pertama kita akan bagi hasil. Kalau pada saat pengiriman bibit tersebut rusak maka kami akan ganti,” pungkasnya.
Laporan : Phoyo









