TenggaraNews.com, KENDARI – Pemilu 2019 menjadi moment terbaik bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebab, pertarungan politik kali ini mampu menorehkan prestasi terbaiknya, sepanjang kehadiran partai besutan Megawati Soekarno Putri ini di bumi anoa.
Dengan perolehan akumulasi kursi parlemen di seluruh tingkatan se-Sultra sebanyak 69, maka PDIP berada di posisi teratas alias jawara, mengalahkan Parpol lainnya seperti Partai Golkar, PAN, NasDem dan Parpol-parpol lainnya.
Ketua DPD PDIP Sultra, Hugua mengatakan, partai yang dipimpinnya ini dapat menorehkan prestasi terbaiknya pada penyelenggaraan Pemilu 2019 ini, dengan berhasil menguasai parlemen di Sultra. Hal ini menjadi sebuah pembuktian, bahwa masyarakat masih mempercayai PDIP di tengah menjamurnya isu hoax yang menyerang PDIP.
“Alhamndulilah, PDIP memperoleh 69 kursi, kami berada di posisi puncak untuk peraihan akumulasi kursi parlemen di 17 kabupaten/kota dan DPRD Provinsi Sultra,” ujar Hugua, saat ditemui di kediamannya, Selasa 14 Mei 2019 malam.
Menurut mantan Bupati Wakatobi dua periode ini, di tengah pertarungan hoax yang sedemikian rupa, di mana PDIP kerap diisukan sebagai partai penista agama, justru Parpol ini tetap konsisten menjadi partai wong cilik, yang masih memikirkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga isu partai penista agama tersebut tak terbukti.
Ketua PHRI Sultra ini menyebutkan, dari perolehan kursi tersebut, PDIP mampu merebut unsur pimpinan di 11 kabupaten, diantaranya dua kursi Ketua DPRD yakni di Kabupaten Buton Selatan (Busel) dan Buton Tengah (Buteng). Dan kursi wakil ketua di sembilan daerah lainnya serta DPRD Provinsi Sultra.
Awalnya, kata Hugua, pihaknya menargetkan untuk menduduki kursi ketua DPRD di empat kabupaten. Selain di Butur dab Buteng yang sudah teralisasi, PDIP juga menargetkan ketua DPRD di Kabupaten Muna dan Buton Utara (Butur). Akan tetapi, di dua daerah tersebut tak berhasil mewujudkan target.
Selain di kabupaten/kota dan tingkat provinsi, PDIP juga berhasil mengamankan satu kursi di senayan, dari daerah pemilihan (Dapil) Sultra.
“Jadi, dari 46 tahun di Pilcaleg 2014 lalu, kini naik cukup signifikan di tahun 2019 ini,” kata Ketua GIPI Sultra ini
Hugua menambahkan, konsep kebinekaan dan gotong royong yang selalu diterapkan dalam management partai, menjadi spirit bagi seluruh kader dalam berjuang untuk kepentingan rakyat. Dan hal ini pula sumber kekuatan bagi Indonesia menjadi bangsa yang besar.
Olehnya itu, Hugua menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Sultra, yang telah memberikan kepercayaan terhadap kader PDIP untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat.
Selain itu, hugua juga mengapresiasi kinerja rekan-rekan sepertainya yang telah berjuang bersama untuk membesarkan partai, dan mengamankan kursi kedua di DPR RI.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman saya di PDIP, seperti Nirna Lachmuddin, Fajar Lase, Oheo Sinapoy, Magdalena dan Erwin Usman yang telah bersama-sama bekerja dan berjuang sehingga PDIP bisa mengamankan satu kursi di parlemen. Mereka adalah pejuang demokrasi di PDIP,” pungkasnya.
Laporan: Ikas









