TenggaraNews.com, KENDARI – Aktivitas kerja di wilayah PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe kembali menelan korban. Kini giliran Syamsu Alam (26), warga Desa Mukaleleo, Kecamatan Motaha, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Korban merupakan salah satu pekerja smelter bagian rel PT. VDNI. Pria berusia 26 tahun ini mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian.
Kabid Humas Polda Sultra, AKBP. Harry Goldenhardt melalui rilisnya mengungkapkan kronologis kecelakaan kerja yang dialami ayah satu anak itu. Harry menyebutkan, pada Kamis 21 Februari 2019 sekitar pukul 10.45 Wita, di area pabrik smelter 2 lantai 4 PT.VDNI, seperti biasa korban sedang bekerja untuk menaikkan ore Nickel yang terjatuh dari rel dengan menggunakan skop.
“Tiba-tiba, skop yang dipegang oleh korban terbawah oleh rel. Disaat bersamaan, rekan korban bernama Laode Adi menyerukan agar korban melepaskan pegangan tangannya pada skop tersebut, namun korban tidak melepaskan, sehingga tubuh korban tertarik masuk kedalam putaran rel,” ujar Kabid Humas Polda Sultra.
Lebih lanjut, AKBP Harry menjelaskan, akibat tertarik ke dalam putaran rel, tubuh korban tergiling serta kepala dan punggung korban remuk dan meninggal dunia di tempat.
“Kemudian, pekerja lain mengevakuasi korban,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, aparat kepolisian yang menerima laporan kecelakaa kerja tersebut, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.
Untuk kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian telah meminta keterangan terhadap toga saksi, yakni Laode Ari, Yusran dan Sarmin.
Untuk diketahui, kecelakaan kerja yang dialami karyawan PT. VDNI bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya juga, salah seorang karyawan mengalami kecelakaan kerja, Senin 5 November 2018, sekitar pukul 04.00 Wita dini hari.
Kecelakaan kerja kembali terulang. Lalu, bagaimana dengan standar keselamatan kerja yang diterapkan pihak perusahaan?.
Hingga berita ini dipublish, GM PT. VDNI, Rudi Rusmadi yang dihubungi redaksi TenggaraNews.com melalui akun WhatsApp miliknya belum memberikan jawaban. Pesan yang dikirim hanya di baca, dan tidak memberikan jawaban.
(Rus/red)









