TenggaraNews.com, MUNA – Spesialis pencuri celengan di masjid Kota Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang meresahkan warga, nyaris tertangkap. Ini setelah berhasil meloloskan diri dari kejaran pengurus remaja saat beraksi di Masjid Baitul Makmur yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Butung-butung, Kecamatan Katob, Kamis (28/8/2019).
Kejadian tersebut sekira pukul 09.30 Wita, ketika pengurus masjid bernama Nano datang ke masjid dan rencana akan memperbaiki pipa air bersama rekannya. Namun karena masih sendiri,an, ehingga dirinya pergi ke kamar tempat istirahatnya yang letaknya dekat dengan kamar mandi.
Saat akan memasuki kamar, dirinya melihat ada dua orang lelaki yang masih berusia remaja berada depan WC dengan gerak-gerik yang aneh. Saat ditanya mereka menjawab habis buang air kecil.
“Mereka dua orang dan masih berumur muda, saat itu katanya habis buang air kecil tapi saya menaruh curiga kepada keduanya apalagi wajah mereka sangat asing., paparnya kepada jurnalis TenggaraNews.com.
Lanjutnya, karena menaruh curiga sehingga dirinya berinisiatif menutup seluruh pintu masjid setelah itu dirinya kembali pulang di rumah. Berselang satu jam sekira pukul 10.30 Wita, dirinya kembali ke masjid untuk mengecek rekannya untuk memperbaiki pipa air.
” Saat sampai ke masjid dalam keadaan sepi kemudian saya masuk dan sempat mengintip, tapi ternyata salah seorang dari orang yang dilihatnya di kamar mandi sedang membongkar celengan, tepatnya di bagian shaf perempuan. Sementara satu teman lainnya menunggu di luar, mungkin dia sebagai pemberi isyarat kalau ada orang datang, ” ungkapnya.
Katanya, saat lagi membongkar celengan kemudian dirinya mengagetkan anak tersebut, karena panik anak itu lari. Kejar-kejaran pun terjadi dalam masjid karena semua kunci tertutup sehinga maling itu nekat menabrak jendela kaca masjid. Bukannya lolos malah dia terpental jatuh ke karpet karena jendela di masjid mempunyai beberapa bingkai kayu.
Usai terbaring maling itu kemudian bangkit dan lari menuju lantai dua, karena dirinya ngos-ngosan sehingga tak dapat mengejar pria remaja yang diduga masih duduk di bangku SMU.
“Teman yang satunya kabur menuju alun-alun. Ada lima buah kaca yang pecah setelah ditabraknya, saat dilantai dua dia nekat melompat ke tanah dan melarikan diri lewat kali yang ada didekat di rumah sakit, dia tidak sempat dikejar karena para tukang yang kerja mengira dia bukan maling,” ujar Nano.
Kata Nano maling spesial celengan masjid itu saat lari, lupa membawa tas miliknya dan tas tersebut kini telah diserahkan ke pihak berwajib untuk dijadikan sebagai Barang Bukti (BB).
“Tas maling kita sudah serahkan ke Polsek Katobu dan isinya berupa pakaian sekolah, sepatu, palu obeng, foto 3×4 yang diduga dirinya sementara satu buah gunting saat ini masih ada di masjid. Kata pihak kepolisian mereka akan ke masjid untuk melakukan olah TKP,” pungkasnya
Sementara itu, jamaah masjid Baitul Makmur yang tidak mau dipublish namanya, menyayangkan sikap pengurus masjid. Pasalnya kejadian pencurian sering terjadi dan merugikan banyak pihak. Mereka hanya menginginkan agar masjid yang terbilang besar dan mempunyai banyak saldo kas untuk memasang CCTV diseluruh area masjid.
“Sudah dari dulu jamaah memberi saran untuk memasang CCTV. Namun sampai pada hari ini tidak ada tanggapan dari pihak pengurus, buat apa punya saldo kas yang banyak kalau juga tidak bisa membuat nyaman para jamaah yang shalat di sini. Tolonglah diperhatikan keluhan kami para jamaah, itu uang juga kan dari jamaah bukan dari kantong para pengurus masjid, ” ujarnya dengan kesal.
Laporan : Phoyo
Editor : Rustam









