TenggaraNews.com, WAKATOBI – Anggota DPRD dari Partai Nasdem La Ode Nasrullah mempertanyakan, realisasi penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementrian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Wakatobi.
Hal tersebut, ditanyakan La Ode Nasrullah pada rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Sosial (Dinsos), kendati konsultasinya didaerah lain penyaluran BST Kemensos itu, sudah kelar.
“Saya konsultasi dengan daerah lain, itu sudah selesai, April-Mei-Juni, karenanya saya meminta kepada Dinsos Kabupaten Wakatobi untuk mengklarifikasi hal tersebut, sehingga bisa menjadi pegangan kami juga jika ada masyarakat yang ingin mempertanyakan ke DPRD nantinya,” ujar Anggota DPRD Nasdem La Ode Nasrullah, Jum’at, 10 Juli 2020.
Sama halnya juga dengan Anggota DPRD Hj. Erniwati Rasyid, ia mempertanyakan transparansi Data Kesejahteraan Sosial Terpadu (DTKS), pasalnya bantuan Covid-19 tersebut, menurut Dinsos diambil dari DTKS tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas sosial Kaslan, mengakui adanya masyarakat yang menerima bantuan dua kali (duoble), karena namanya juga ada dipenerima manfaat bantuan lainya.
Kaslan menjelaskan, penerima double tersebut, terjadi pada penyaluran BST bulan Juni, yang disalurkan melalui Kantor Pos Indonesia.
Pada periode Juni bantuan yang disalurkan melalui Pos itu, adalah BST Kemensos, BST Lansia, dan bantuan disabilitas, dimana ketiga bantuan tersebut ditentukan oleh pemerintah pusat.
Masih menurut Kaslan, pada saat itu, PT. Pos Wakatobi mengkonfirmasikannya ke pihak Dinsos Wakatobi, namun Dinsos tidak bisa melarang dan mengiyakan, pasalnya Dinsos tidak punya dasar pegangan.
“PT. Pos berkoordinasi dengan kami, sehingga pada saat itu kami sampaikan, sampai hari ini tak sepucuk suratpun yang turun dari Kementrian, bahwa penerima yang dobol lansia dan BST ini bisa diambil dua-duanya atau bagaimana, sehingga kami juga no komen, silahkan PT Pos berkoordinasi dengan Kementrian sosial, seperti itu,” ungkap Sekretaris Dinsos Kaslan.
Oleh sebab itu anggota DPRD Wakatobi berharap, bantuan yang tersalurkan kemasyarakat agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Laporan : Syaiful









