TenggaraNews.com, BELAWAN – Masih dalam rangka memperingati Hari Pelaut Sedunia Tahun 2019, yang jatuh pada tanggal 25 Juni di setiap tahunnya, Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan menggelar sejumlah aksi kegiatan sosial, salah satunya adalah kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Kamis 27 Juni 2019 di Aula Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, Jalan Veteran No. 214, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Kegiatan yang digelar pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB berhasil menarik minat Taruna Akademi Maritim dan Sekolah Pelayaran, stakeholder Pelabuhan Belawan, para staf dan karyawan Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan.
Terhitung bekisar 100 peserta dengan sukarela mendonorkan darahnya untuk orang yang membutuhkan.
Dr. Miftakhul Khairah, Petugas PMI Kota Medan mengungkapkan, sebelum melakukan donor darah, calon pendonor darah harus mengetahui beberapa persyaratan khusus, diantaranya mengisi formulir data diri dan catatan kesehatan.
Setelah calon pendonor menyerahkan formulir yang sudah terisi, selanjutnya tim dari PMI Kota Medan ini akan memeriksa dengan teliti seputar kadar hemoglobin, golongan darah, tekanan darah maupun berat badan calon pendonor.
“Dengan adanya kegiatan donor darah ini agar masyarakat juga sadar akan pentingnya donor darah untuk kesehatan diri sendiri. Selain itu, kita dapat ibadah karena bisa membantu orang lain yang membutuhkan,” ujar Mifta.
Ia juga menambahkan, manfaat donor darah bagi kesehatan diri sendiri yakni terbentuknya sel-sel darah baru di dalam tubuh, sehingga terhindar dari penyakit seperti stroke, diabetes dan lain sebagainya. Pihaknya juga mengadakan pengecekan kesehatan gratis.
“Pendonor darah harus mengikuti persyaratan kesehatan sebagai calon pendonor diantaranya harus sehat tidak dalam keadaan flu maupun batuk, berat badan itu minimal 45 Kg, tidur minimal 5 jam, tidak meminum obat selama 3 hari, dan kalau wanita tidak sedang menyusui atau sedang hamil,” tambahnya.
Mifta mengatakan, dalam menjaga kualitas kantong darah yang terkumpul dari Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan dan dibawa menuju PMI Kota Medan, pihaknya tetap mengedepankan disiplin waktu.
“Kita juga memperhitungkan waktunya. Biasanya mulai dari awal sampai akhir itu jarak waktunya 3 jam, karena berhubungan sama kualitas darahnya. Waktunya itu maksimal 3 jam yaitu antara transportasi dari pengambilan sampai kita kesana 5 jam dalam cool box,” kata Mifta.
“Jika masyarakat ingin mendonorkan darah, bisa langsung ke Kantor PMI Kota Medan, di Jalan Perintis Kemerdekaan No.37, Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Provinsi Sumut.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) II Keselamatan Berlayar Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Belawan, Capt. Teddy May menjelaskan, kegiatan donor darah ini dalam rangka memperingati Hari Pelaut Sedunia. Dirinya mengatakan, kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan terhadap masyarakat, khususnya kepada para pelaut Indonesia.
“Kami selaku pengayom para pelaut Indonesia, dengan adanya kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian kami, agar darah kami juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maupun para pelaut. Setetes darah anda sangat berharga bagi hidup orang lain,” jelas Teddy.
Diungkapkannya, pihaknya bertugas sebagai pemerintah regulator akan tetap konsisten dalam mengayomi pelaut. Salah satunya pelaut di kapal, agar betul-betul terayomi serta terlindungi agar hak-hak mereka tidak diabaikan oleh pemilik kapal, maupun para pengusaha pelayaran.
“Hak-hak pelaut harus terpenuhi terlebih dahulu, seperti gajinya, hak diatas kapal dan sebagainya. Kendati, para pelaut habis kontraknya semua itu gak ada masalah. Itulah tugas dan fungsi kami sebagai regulator untuk mengayomi dan melindungi pelaut khususnya para pelaut Indonesia,” ungkap Tedy.
Ia juga menerangkan, salah satu diantara wujud kerja nyata Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan untuk masyarakat khususnya para pelaut di Pelabuhan Belawan, pihaknya melakukan perjanjian kerja laut (PKL). Setiap pelaut yang akan naik ke kapal harus dengan PKL, karena itu prosedur hukum nasional maupun internasional.
“Hak-hak pelaut harus dipatuhi oleh semua pihak, khususnya para pelaku usaha maupun pemilik kapal perusahaan pelayaran. Jadi gaji standard para pelaut harus terpenuhi. Kemarin ada gaji pelaut di bawah standard lalu kami melakukan PKL ulang, Alhamdulillah bisa direspon oleh perusahaan ataupun pemilik kapal, akhirnya gaji pelaut bisa meningkat menjadi standard. Jadi kedepannya agar tidak ada lagi para pelaut di gaji dengan semena-mena,” urai Kabid II Keselamatan Berlayar KSU Belawan ini.
Diakhir wawancaranya, Teddy juga menambahkan, agar setiap para pelaut memiliki skill yang baik. Olehnya itu, pihaknya akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang ada di Perhubungan Laut, untuk mengupgrade training. Salah satu yang pernah dilaksanakan yakni BST gratis.
“Pelaut itu tidak sama seperti kita yang di darat. Masing-masing tidak hanya dengan keahlian saja, namun para pelaut juga harus dilengkapi dengan sertifikasi dan buku pelaut. Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan akan berupaya melaksanakan kembali BST gratis dibiayai negara, yang berguna memberdayakan masyarakat khususnya bagi warga yang tidak mampu,” terangnya.
Dirinya juga mengimbau, agar para pelaut sebelum berlayar memenuhi semua persyaratan, dan tentunya dengan persyaratan tersebut para pelaut harus bekerja dengan baik. Sebab, kondisinya beda dengan di darat, di laut lebih riskan dan lebih berbahaya, seperti menghadapi cuaca buruk, meninggalkan keluarga dan pelaut itu sering bekerja 24 jam. Jadi skill-nya harus ditingkatkan lagi.
“Kami berharap agar rekan-rekan media secara bersama-sama turut memberdayakan Pelaut Indonesia, khususnya di Pelabuhan Belawan ini. Ada hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan maupun pemilik kapal yang tidak memberdayakan para pelaut, silahkan laporkan ke pihak Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan. Sepanjang persyaratan memenuhi, Kesyahbandaran Utama Belawan akan melindungi dan memperjuangkan hak-hak para pelaut,” pungkasnya.
Laporan: RJ. Samosir
Editor: Ikas









