TenggaraNews.com, BUTON TENGAH – Wa Ode Asna, guru honorer di SMP Satu Atap Negeri 21 Buton Tengah (Buteng) ini terus berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa. Sehari-hari, Ia menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik meski harus melintasi jalan yang cukup parah dan memprihatinkan di Desa Air Bajo/Wakaito, Kecamatan Mawasangka, Buteng, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Demi mencerdaskan anak bangsa, Guru honorer yang tinggal di Desa Bone Tondo, Kecamatan Bone Kabupaten Muna ini berangkat menuju tempat mengajarnya dengan melewati jalur alternatif, melalui rute Jalan Bone Tondo menuju Desa Marobo (Kabupaten Muna), selanjutnya masuk Desa Air Bajo (Buteng) yang menjadi lokasi tempat mengajarnya.
“Sebenarnya yang selalu melewati jalan ini bukan saja saya, tapi kami bertiga mengajar di sana. Pagi tadi saya tidak sampai di sekolah karena saya tidak sanggup lewati itu jalanan. Air kolamnya terlalu dalam,” Kata Asna, Sabtu 1 Februari 2020.
Baginya, jalan parah sepanjang kurang lebih tiga kilo meter itu menyisahkan cerita kelam jika dilalui pada musim penghujan seperti saat ini.
“Kalau musim hujan begini, ya kadang motor kami mati mesin akibat tercebur air. Kadang juga tergelincir ban, akhirnya mau tidak mau kami langsung balik tidak sempat ke sekolah lagi karena pakaian sudah kotor,” ujarnya.
Dengan kondisi itu, Ia berharap Kepada Pemerintah Buteng agar secepatnya jalan tersebut bisa dilakukan perbaikan, sehingga bisa dilewati dengan baik.
“Kalau bisa minta di timbun. Biar tidak di aspal yang penting tidak berlubang dan becek,” harapnya.
Untuk diketahui, sejak Buteng menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) hingga saat ini jalan tersebut belum mendapat perhatian serius
Laporan : Hasan Barakati









