TenggaraNews.com, KENDARI – Depo Pertamina Kendari akan memberikan sanksi, bila ada pangkalan gas elpiji yang menjual melebih dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai zona wilayah yang telah ditetapkan Pertamina.
“Kalau ada pangkalan gas elpiji yang ketahuan menjual melebihi dari harga yang tercantum di papan nama pangkalan, laporkan ke kami. Kami akan turun mengecek dan melihat langsung. Bila terbukti, kita akan berikan surat teguran sampai pemberian sanksi berupa pemutusan hubungan usaha (PHU),” kata Agung Wijaya Wicaksono, Sales Branch Manager Rayon VI Sulselra.
Hanya perlu masyarakat ketahui bahwa harga gas setiap wilayah berbeda-beda, ini dipengaruhi dengan jarak titik poin pengisian hingga ke lokasi suplai. “Ada zona I, II, III dan seterusnya, sehingga setiap wilayah berbeda. Semakin jauh jaraknya, tentu berbeda dengan yang dekat,” ujar Agung.
Meski demikian, bila pangkalan gas elpiji 3 Kg mencantumkan HET Rp 17.800 per tabung, maka harga jual tidak boleh melebihi. “Jadi sesuai HET. Nah kalau ada, laporkan supaya di cek langsung,” tegasnya.
Menurut Agung, Pertamina berwenang menindak agen dan pangkalan gas elpiji yang nakal. “Kewenangan kami membina agen dan pangkalan, bila mereka sudah berkali-kali diberi teguran lisan dan tertulis, berupa surat peringatan. Ya sanksi berat bisa diberlakukan, seperti suplai dihentikan atau bisa juga PHU,” tandasnya.
Bagaimana dengan harga gas eceran gas yang sudah mencapai Rp 40 ribu per tabung? “Kalau sudah ditingkat pengecer, seperti di kios-kios, bukan kewenangan Pertamina. Pertamina hanya punya kewenangan dari agen sampai pangkalan saja. Dinas Perindag punya kewenangan menindak pengecer,” jelasnya.
Terkait PHU, Agung mengungkapkan dari tahun 2019 sampai Juli 2020, belum ada surat PHU yang dikeluarkan Depo Pertamina Kendari. “Ada mekanismenya kalau sampai terjadi PHU. Ada proses yang harus dilalui, misalnya surat teguran satu, dua dan seterusnya,” bebernya.
Sementara itu, Rahman Latjinta Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sultra yang dimintai tanggapannya soal harga gas elpiji yang sudah tidak terkendali, tidak mau berkomentar.
Kuat dugaan, tidak stabilnya harga ini karena adanya permainan pangkalan gas elpiji. Sebab stok gas di pangkalan sangat cepat lenyap, pada hal baru beberapa jam setelah mobil truk agen menurunkan gas antara 50 sampai 100 tabung isi 3 Kg.
Laporan : Rustam









