TenggaraNews.com, KENDARI – Meski sudah memasuki jadwal libur lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 M, tapi tidak mengurangi niatan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna Barat (Mubar) untuk menggelar upacara peringatan hari lahir (Harlah) Pancasila, Sabtu 1 Juni 2019.
Agenda nasional ini merujuk pada surat dari Menteri Dalam Negeri Nomor 019.1/4110/Sl. Dalam surat tersebut, gubernur dan bupati diminta untuk melaksanakan upacara serta melaksanakan kegiatan yang mendukung pemahaman nilai-nilai pancasila, hal itu juga dipertegas dalam surat keputusan tiga menteri sehingga semua ASN wajib melaksanakan hal tersebut.
Wakil Bupati Kabupaten Mubar, Drs. Achmad Lamani, M. Pd., bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila, di lapangan Kantor Bupati Mubar.
Achmad Lamani membacakan sambutan Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono, bahwa Pancasila adalah sebuah keniscayaan, yakni berusaha dan merefleksikan momentum sejarah, dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai Bangsa Indonesia sebagai dasar negara, sehingga nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai suatu bangsa.
“Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno sebut jas merah. Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila, sebagai salah satu kebangaan nasional,” kata Achmad Lamani dengan berapi-api.
Diakhir pidatonya, mantan Sekda Mubar ini menyampaikan, melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut dia, semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan serta kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia.
Olehnya itu, semua pihak harus bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil, dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.
” Upacara hari lahir Pancasila ini juga dilaksanakan dengan penuh antusias sebagai bentuk integritas pada bangsa dan negara,” jelasnya.
“Pelaksanaanya kan hanya beberapa menit, setelah itu bisa juga kita manfaatkan untuk bersilaturahmi dan salam-salaman sebelum lebaran, karena akan ada hari libur sehingga tidak sempat, jadi saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya.
Laporan: Jhony Bajo
Editor: Ikas









