TenggaraNews.com, KENDARI – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Teguh Setyabudi mengimbau kepada seluruh masyarakat Sultra agar bersama-sama menangkal atau menghindari berita bohong (Hoax) di media sosial (Medsos).
Menurutnya, berita bohong atau hoax khususnya di Medsos semakin meresahkan masyarakat belakangan ini.
“Untuk mengantisipasi maraknya berita bohong, kita harus cerdas untuk bisa memahami dan menganalisis tentang suatu informasi, apakah info itu benar atau palsu. Masyarakat harus paham dan mendalami tentang Medsos tersebut dalam menangkal berita hoax,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini kemajuan teknologi khususnya untuk mengakses suatu berita di Medsos, telah memberikan pengaruh cukup kuat dalam pergeseran pola komunikasi masyarakat Sultra.
“Banyak hal positif yang dapat kita manfaatkan dari Medsos, namun tidak jarang juga disalahgunakan untuk kepentingan yang bersifat semu.
Oleh karena itu, saya minta kepada semua pihak agar dapat menghindari penggunaan sosial media untuk hoax, serta ujaran kebencian yang bisa menimbulkan kegaduhan dan keresahan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat Sultra untuk menggunakan sosial media secara arif dan profesional. Apalagi, tahun ini Sultra sedang dihadapkan dengan agenda politik strategis, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung.
Dikatakannya, di tahun 2018 ini ada pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Sultra, dua pemilihan bupati dan wakil bupati serta satu pemilihan walikota dan wakil walikota.
“Dalam menghadapi momentum Pilkada ini, saya meminta kepada semua masyarakat Sultra tolak politik uang, tolak politik identitas atau SARA yang bisa menghancurkan kita semuanya, serta konten-konten negatif lainnya,” tutupnya.
Laporan: Muhamad Isran








