TenggaraNews.com, KOLAKA – Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Azhari menanggapi dingin rencana penarikan sejumlah aset Akademi Keperawatan (Akper) oleh Pemda Kolaka.
Menurutnya, pernyataan Bupati Kolaka itu tak usah dibesar-besarkan. Hanya saja, dia menyesalkan karena kabar tersebut sudah sampai di tingkat kementerian.
“Penyerahan aset Akper Pemda Kolaka saat itu bukanlah keinginan kami. Penyerahannya dilakukan langsung oleh Pemerintah Daerah Kolaka bersama pihak Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” ungkap Azhari belum lama ini.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, program studi D-III Keperawatan masih dibuka di kampus USN di Jalan Pemuda, Kolaka. Malah bertambah dengan program studi kesehatan lainnya seperti farmasi.
Hal itu disampaikannya, karena Bupati Kolaka, Ahmad Safei sempat mempertanyakan kebijakan pihak USN yang memindahkan program study itu ke Kampus B USN di Buton Tengah (Buteng).
Azhari menambahkan, pemindahan program studi D-III Keperawatan di Kampus B USN di Buteng, karena pihaknya mengusulkan beberapa program studi kesehatan lainnya untuk dibuka di USN di Kolaka yaitu S1 Keperawatan atau Ners, Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat.
Saat ini, pihaknya sementara menunggu izin dari kementerian untuk membuka jurusan kesehatan. Lanjutnya, ketika moratorium pembentukan fakultas dicabut, maka kemudian dilakukan pengusulan pembukaan fakultas untuk menaungi jurusan kesehatan dengan beberapa program studi tersebut.
Hanya saja, dalam perjalanan izin pembentukan program studi S1 Keperawatan terlambat turun. Sehingga pemindahan program study itu dibatalkan dan program studi tersebut dikembalikan di kampus USN Kolaka.
Laporan: Derianto









