Tenggaranews.com, MUNA – Diduga kehilangan kendali, sopir truck 10 roda tabrak rumah warga di Kelurahan Silodadi, Kabupaten Muna, Senin malam 13 November 2017.
Dalam kejadian naas tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, tragedi tersebut masih membekas karena membuat schok alias kaget keluarga ibu Nurhaena (58), pemilik rumah tersebut.
“Untung saja tidak ada yang luka-luka. Saya kuatir karena anaku dan cucuku yang masih berumur 4 bulan, ada juga di dalam kios saat kejadian itu.” cerita Nurhaena sembari menunjukan wajah kekhawatirannya saat disambangi TenggaraNews.com, Selasa 14 November 2017.
Ibu rumah tangga ini mengaku, bahwa dirinya tak tahu menahu dan tiba-tiba saja truck tersebut menghantam kediamannya. Sebab, saat kejadian dirinya masih berkumpul bersama keluarga di kiosnya.
“Di dalam kios itu ada 7 orang. Saya sempat oleng dan jatuh, dan saya pikir ada apa. Nanti warga yang kasi tau kalau rumahku ditabrak mobil besar,” kata ibu ini, sembari mambasuh air matanya.
Kendati demikian, Nurhaena tetal mengucapkan syukur karena keluarganya selamat dari bencana itu. Dia pun melakukan gerakan cepat untuk mengevakuasi diri dari dalam kios, melalui jendela samping kios karena di hantui rasa takut, kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
“Kalau kiosnya itu tidak masalah hancur, tapi kasian yang saya ingat nyawanya orang yang ada didalam kios.” jelasnya.
“Yang pertama saya cari itu cucuku takut nantinya terjepit, ternyata saya temukan di pinggir ban mobil, saya juga sempat terjepit di kulkas.” tambahnya.
Parahnya, kesedihan Nurhaena kian bertambah, mengingat kios yang tertabrak truck itu di bangun dari uang kredit di salah satu bank. Dengan memakan biaya kurang lebih Rp 20 juta. Belum lagi isi jualannya, diperkirakan ibu paruh bayah ini mengalami kerugian hingga Rp 50 juta.
“Biaya kios saya buat sekitar Rp 20 juta, karena terbuat dari kayu jati. Kalau dihitung semua kerugianku sekitar Rp 50 juta,” tutupnya.
Laporan: Muhamad Syukur
Editor: Ikas Cunge









