TenggaraNews.com,MUNA– Menyambut hari bakti Pemasyarakatan yang ke-57 yang jatuh pada tanggal 27 April 2021 mendatang, Rutan Kelas IIB Raha melakukan inspeksi mendadak (Sidak) guna merazia narkotika di kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis 8 April 2021.
Sidak yang melibatkan BNN Muna dan anggota TNI menyisir ruang tahanan Narkoba di kelas IIB Raha dengan melakukan pemeriksaan kepada para tahanan. Selain itu, mereka juga melakukan penggeledahan di setiap sudut ruang yang dianggap sebagai titik rawan penyimpanan Narkotika.
Pelaksana tugas (Plt) kepala Rutan Raha Kelas IIB, Saibuddin menjelaskan, sidak dan razia yang digelar di Rutan Kelas IIB Raha rutin digelar sebagai strategi penerapan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Upaya tersebut untuk menciptakan kondisi Rutan yang aman, kondusif dari peredaran Narkotika serta untuk mengurangi persepsi negatif dari pihak masyarakat.
“Di Rutan ini sendiri kami sudah melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba dan kami rutin melakukan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan ini akan menjadi acuan untuk terus bersinergi dengan pihak terkait dalam upaya memberantas narkotika di rumah tahanan,” ucapnya kepada awak media usai melakukan sidak dalam blok hunian.
Sementara itu, Kepala BNN Muna, La Hasari SKM, MKes mengatakan, dalam penggeledahan dan Razia yang dilakukan di Rutan Raha kelas IIB Raha adalah bentuk dalam memenuhi undangan dari Kepala Rutan Raha secara rahasia.
Hal itu di lakukan untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkotika di Rutan kelas IIB Raha.
“Ini adalah untuk menindak lanjuti permintaan dari Kepala Rutan kelas IIB Raha yang sifatnya rahasia. Kami menurunkan kekuatan penuh untuk melakukan penggeledahan di kamar hunian, jangan sampai di tempat tersebut di temukan jenis narkotika,” ucapnya
Dalam penggeledahan itu, kepala BNN Muna, TNI dan pejabat struktural Rutan Kelas IIB Raha tidak menemukan benda mencurigakan, baik Jenis narkotika maupun senjata tajam (sajam).
Usai melakukan penggeledahan, selanjutnya pihak BNN Muna melanjutkan pendeteksian dini terhadap tahanan narkotika dengan mengambil sampel tes urine.
“Dari delapan parameter yang di random sepuluh, jenis narkotika hasilnya semua negatif, malah yang menjadi kesan baik kami saat melakukan razia adalah banyaknya buku tuntunan melakukan ibadah, tasbih dan lain sebagainya yang tentunya itu baik bagi mereka semua untuk pembinaan mental mendalami agama,” pungkasnya.
Laporan : Phoyo









