TenggaraNews.com, MUNA – Zirin (34), warga Desa Kondongia, Kecamatan Loghia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) nampak mencoba ikhlas atas musibah yang dialaminya. Pria ini mengaku kehilangan handphone dan dompet yang tersimpan di jaket miliknya, di pelataran Masjid Baitul Makmur, depan Alun-alun Kota Raha sekitar pukul 18.00 Wita.
Barang-barang berharga miliknya itu hilang saat dirinya bermain takraw sembari menunggu Shalat Magrib. Saat itu, Ia sedang bercerita bersama dua rekannya, namun saat adzan berkumandang, Zirin bermaksud mengambil jaket miliknya yang di letakan di bawah tiang net.
Alangkah kagetnya Zirin, karena dia tidak menemukan lagi jaket tersebut.
“Jaketku tadi saya letakan di bawah tiang net sewaktu jadi wasit, sebelum saya ikut bermain. Saya juga sempat melihat ada yang melintas, namun saya indahkan karena tidak yakin kalau jaket tersebut diambil, apalagi kita tidak jauh dari situ,” ucapnya, Selasa 9 April 2019.
Guru SDN 2 Loghia itu juga berharap bagi yang menemukan dompet dan handphone tersebut, agar bisa mengembalikannya. Sebab, di dalam dompet tersebut terdapat barang-barang yang sangat berharga baginya.
“Usai shalat Isya, saya temukan jaketku sudah ada di belakang tempat wudhu yang tidak jauh dari lapangan takraw, namun setelah saya periksa isi kantongnya telah kosong. Saya berharap isinya yang penting dapat dikembalikan, karena di dalamnya ada beberapa barang yang berharga seperti KTP, ATM, SIM, kartu PNS dan lain sebagainya. Tentu musibah yang menimpaku tidak akan saya laporkan ke pihak kepolisian, saya ikhlas,” ujarnya.
Sementara itu, para jamaah berharap agar pihak pengelola Masjid Baitul Makmur bisa memasang CCTV di sekitar area masjid.
“Tentunya kami sebagai para jamaah mengharapkan agar pihak dari pengurus masjid bisa memasang CCTV, seperti di masjid-masjid lain. Apalagi, ini salah satu masjid besar yang ada di Kota Raha, tentunya itu bisa menenangkan para jamaah yang akan melaksanakan shalat, dan kehilangan ini bukan yang pertama kalinya terjadi di sini, sudah kesekian kalinya dan ini sangat meresahkan,” jelas salah satu jamaah yang tidak mau di publish namanya.
(Phy/red)









