TenggaraNews.com, KONAWE – Curah hujan yang tinggi, berdampak terhadap warga di 6 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Informasi yang disampaikan Eka, warga Desa Sulemandara, ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm sampai 1 meter. Air sudah mulai menggenangi sawah dan rumah warga di beberapa desa di Pondidaha.
“Sekarang masih hujan, warga makin waspada. Ketinggian air bisa bertambah kalau hujan terus. Apalagi kalau Sungai Konaweha dan Sungai Lahumbuti meluap, pasti banjir besar, ” ujar Eka, Jum’at 17 Juli 2020.
Sementara, itu Kepala BPBD Konawe, Herianto Pagala dalam rilisnya menyebutkan, sebanyak 592 Kepala Keluarga (KK) atau 2.150 jiwa terdampak banjir.
Desa dan kelurahan yang terdampak banjir, antara lain Desa Wonua Monapa dengan jumlah KK yang terdampak sebanyak 43 atau sekitar 140 jiwa, terdiri laki-laki 79 dan perempuan 61 orang. Untuk bayi ada tiga orang, balita 33 orang, ibu hamil tiga orang dan lansia 22 orang.
Kemudian Desa Laoika, terdapat 66 KK atau 242 jiwa. Terdiri dari 128 laki laki dan perempuan 114 orang. 13 balita, dua bayi, ibu hamil dua orang, dan lansia delapan orang.
Lalu Desa Ambuulano, ada 140 kk atau 614 jiwa, terdiri dari 51 lansia, 35 balita, 16 bayi, dua ibu hamil. Sedangkan di Desa Belatu terdapat 15 KK atau sekitar 52 jiwa korban banjir.
Di Desa Ahuwa Watu tercatat 27 KK 84 jiwa, terdiri dari 43 laki laki dan 41 orang perempuan, 7 balita, 2 ibu hamil, dan 2 lansia. Kemudian di Kelurahan Pondidaha, ada 26 KK atau 91 jiwa terdiri dari 42 laki laki dan 49 orang perempuan, 12 balita dan 10 lansia.
Herianto menyebut, dari tujuh desa yang terendam banjir, ada dua desa yang paling parah. Yaitu Desa Lolonggatomi dan Desa Sulemandara.
“Di dua desa itu ketinggian airnya mencapai pinggang orang dewasa,” ujarnya.
Untuk di Desa Lolonggatomi, terdapat 162 KK atau 532 jiwa, yang terdiri dari 284 laki-laki dan 248 orang perempuan. Balita 36, bayi 14, lansia14 orang dan ibu hamil satu orang.
Sedangkan di Desa Sulemandara jumlah KK terdampak sebanyak 113 atau 395 jiwa, yang terdiri dari 205 laki2 dan 190 perempuan, balita 26 orang lansia 22, bayi 10 dan ibu hamil 6 orang.
Laporan : Rustam









