TenggaraNews.com,MUNA- Salah seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) mengalami batuk dan sesak napas usai dilakukan vaksin Corona Sinovac tahap pertama di Puskesmas Bata Laiworu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Wanita dengan inisial JBR memiliki empat orang anak, sebelumnya JBR mempunyai penyakit bawaan dan saat ini sedang masa menyusui.
Usai divaksin beberapa waktu lalu, ia kemudian dilarikan di RSUD Kabupaten Muna. Anaknya yang masih bayi pun ikut mengalami sesak dan akhirnya dilakukan perawatan.
Padahal sebelum divaksin, ia telah menyampaikan kepada pihak dokter, bahwa dirinya memiliki penyakit bawaan, namun pada saat dilakukan pemeriksaan JBR didiagnosa sehat oleh dokter.
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Muna Murida, sangat menyayangkan atas peristiwa tersebut.
Padahal saat rapat kerja bersama instansi terkait dan pihak dokter, sudah ditetapkan dan disampaikan, bahwa untuk penerima vaksin yang memiliki penyakit bawaan untuk tidak diikut sertakan dalam program tersebut
“Kami harapkan kepada para dokter agar lebih selektif dalam melakukan vaksin terhadap nakes dan masyarakat kedepannya, karena ini menyangkut nyawa manusia, vaksin yang di berikan ini beda dengan vaksin lain kalau memang ada penyakit bawaan janganlah dilakukan vaksin,”ungkapnya, Kamis 11 Maret 2021.
Politisi PKS itu mengatakan, pihak dokter yang melakukan vaksin telah meminta maaf kepada keluarga JBR di RSUD. Diharapkannya, agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.
“Sebenarnya masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan vaksin apalagi dalam keadaan sehat. Hanya yang perlu di perhatikan, agar tidak ragu memberitahukan kepada dokter jika memiliki penyakit bawaan, masa hamil dan masa menyusui agar lebih diketahui sebelum dilakukan vaksin,” terangnya.
Laporan : Phoyo









