TenggaraNews.com, BUTON TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) kucurkan anggaran sebesar Rp104.805.444 untuk 76 Desa. Dana tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing pemerintah desa.
Transfer tersebut terdiri dari Dana desa (DD) sebesar Rp 65.660.530.000, dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 39.144.918.100.
Bupati Buteng, Samahuddin mengingatkan kepada seluruh kepala desa (Kades) di lingkup pemerintahanya, agar berhati-hati dalam mengelolah dana desa.
“Terkait dengan pengelolaan dana desa ini, sebelumnya saya telah mengantongi seluruh data pekerjaan bagi para kepala desa. Masih ada desa-desa tertinggal, ada desa-desa yang melakukan pekerjaan asal jadi, hati-hati para kepala desa, dana itu untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Samahuddin saat menyampaikan sambutan pada rapat koordinasi bersama seluruh kepala desa di Gedung SMPN 3 Buteng, Senin 27 Januari 2020.
Di sisi lain, Bupati juga mengapresiasi kinerja beberapa kepala desa yang dinilainya sukses dalam mengelolah dana yang masuk ke desanya.
“Ada juga saya melihat beberapa desa yang sukses mengelolah dana desa, seperti Desa Walando, Kec.amatan Gu dan Desa Lanto, Kecamatan Mawasangka Tengah, serta beberapa desa lainya itu mereka sudah cukup bagus hasilnya, itu perlu dicontoh,” ujarnya.
Samahuddin juga terus menekankan kepada seluruh kepala desa agar selalu membuat terobosan-terobosan yang nampak, dan bisa dirasakan oleh masyarakat
“Jadi harus melakukan terobosan yang nampak bagi masyarakat, kalau anggaran tahun berjalan tidak mencukupi itu bisa dilanjutkan dianggaran tahun berikutnya, agar nampak dan dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Kepala BPMD Buteng, Sarmin mengatakan, sesuai intruksi dari pusat, terdapat dua prioritas penggunaan Dana Desa.
“Jadi berdasarkan hasil konsultasi kami di Kementerian, bahwa prioritas penggunaan anggaran 2020 ini ada dua yaitu desa terang dan desa sehat,” jelas Armin.
Kepala BPMD Buteng juga berharap kepada seluruh kepala desa agar bisa menjalankan instruksi pusat, dan tidak bermain-main dengan dana yang ada.
“Dana transfer ini cukup besar, bahkan kalau kita bandingkan, kucuran dana ke desa itu lebih tinggi dibandingkan dengan anggaran yang ada di Dinas Pekerjaan Umum. Saya berharap agar dana itu dimaksimalkan penggunaanya untuk kesejahteraan masyarakat, dan tdak disalahgunakan oleh oknum elit-elit desa yang tdak bertanggung jawab,” pungkasnya.
Laporan : Hasan Barakati









