TenggaraNews.com , BUTON UTARA – Gerakan Peduli Buton Utara (Gempur) meluncurkan program penangkaran benih padi Jafari 39. Program ini bekerjasama dengan Balai Pengawas dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Kami sangat peduli terhadap masyarakat Buton Utara, khususnya bidang pertanian. Kami punya tujuan meningkatkan hasil produksi padi petani, agar ke depan taraf hidup petani lebih sejahtera lagi,” kata Muh Aswadi Adam ST, Ketua Gempur.
Terkait dengan hal tersebut, menurut Aswadi, Gempur melakukan penangkaran benih di 5 tempat, yakni di SP1 Desa Tri Wacu Kecamatan Kulisusu, Desa Soloi Agung Kecamatan Kulisusu Barat seluas 3 hektar, Desa Ronta dan Gunung Sari Kecamatan Bonegunu 3 hektar dan Desa Eensumala Kecamatan Bonegunu 1 hektar.
Benih unggul yang dimaksud, lanjut Aswadi yakni Jafari 39. Benih padi tersebut bisa ditanam di sawah dan di ladang. Hasilnya sudah teruji berdasarkan data BPSB Sultra.
Benih Jafari 39 ini dapat meningkatkan hasil panen petani .Bila selama ini hasil panen padi monoton di angka 3-4 ton, dengan Jafari 39 bisa meningkat menjadi 7-8 ton per hektar.
” Tentu peningkatan yang signifikan, kalau tadinya petani hamya bisa panen 3 sampai 4 ton tapi dengan adanya jenis benih ini, bisa sampai 7 sampai 8 ton, ” jelasnya.
Aswadi juga memprediksi, dari sekian hektar lahan penangkaran Jafari 39 yang tersebar di Buton Utara, diperkirakan dapat menghasilkan sekira 80 ton.
” Selanjutnya nanti akan diberikan secara gratis para seluruh petani sawah di daerah tersebut pada awal musim tanam February -April 2020 dengan luas sasaran 2000 hektar, ” jelas Aswadi.
Soal biaya program penangkaran benih padi Jafari 39 di Kabupaten Buton Utara sampai panen raya, Aswadi kembali menegaskan semua ditanggung Gempur.
Laporan : Dirwanto
Editor : Rustam









