TenggaraNews.com, KENDARI – Guna memaksimalkan kinerja dalam berkontribusi membantu pemerintah memasarkan dan meningkatkan citra serta potensi pariwisata di bumia anoa, DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sultra bakal melantik pengurus DPC di 17 kabupaten/kota.
Ketua DPD ASITA Sultra, Rahman Rahim mengungkapkan, memasuki di tahun kedua dirinya menahkodai organisasi ini, pihaknya mengagendakan rapat kerja daerah (Rakerda), guna membahas program kerja dan strategi dalam memasarkan potensi wisata di Sultra. Selain itu, kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan pelantikan Plt. DPC di kabupaten/kota. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang konsep pengembangan serta penerapan regulasi pariwisata Sultra.
Tak hanya itu saja, para pengurus organisasi ini juga akan diberikan pembekalan melalui bimbingan teknik (Bintek) soal pembuatan pola perjalanan wisata dan penyusunan paket tour.
“Insya Alalah tanggal 14 Februari mendatang kami pengurus DPD ASITA Sultra akan mengadakan Rakerda perdana, yang kemudian juga kita berencana melantik Plt. DPC 17 kabupaten kota,” ujar Rahman kepada awak media, Kamis 1 Februari 2018 malam.
Dijelaskannya, bahwa gawean ASITA ini sangat besar sekali, karena membawahi lima item atau jenis perusahaan, yakni haji, umroh, tour, travel dan perusahaan mice.
Jadi, kata dia, dengan wewenang sangat besar, tapi kemudian pihaknya tidak bisa menjangkau semua kabupaten/kota di Sultra. Sehingga terbentuknya DPC yang akan segera dilantik, nantinya akan membantu memaksimalkan kerja-kerja organisasi tersebut.
“Setelah dilantik, mereka kemudian akan balik untuk membuat musyawarah cabang (Muscab) di daerahnya masing-masing, dan bersama pemerintah melakukan langkah-langkah pengembangan potensi pariwisata,” jelas Rahman.
Menurut dia, keberadan pengurus DPC ini, nanti akan membangun sinergitas bersama pemerintah daerah, dan bersama-sama memikirkan konsep pengembangan parawisata yang ada di daerahnya. Karena, dalam pengembangan potensi pariwisata di setiap daerah masih terkendala dengan sejumlah persoalan. Untuk itu, hal-hal ini harus difikirkan dan dikerjakan secara bersama.
“Potensi pariwisata kita di Sultra sangat luar biasa, kita punya potensi destinasi dan budaya yang ada di 17 kabupaten/kota. Sayangnya, masih terkendala dengan minimnya infrastruktur penunjang,” katanya.
Diterangkannya, kalau kemudian semua ini tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah, maka pemasarannya pun akan susah juga, karena tidak didukung dengan kebijakan pemerintah untuk membangun sarana penunjang yang memudahkan para wisatawan menuju ke obyek wisatanya.
Rahman menambahkan, tak dapat dinafikan bahwa pengembangan pariwisata di Sultra berkiblat pada Wakatobi, sehingga dirinya berharap dengan sinergitas antara ASITA dan pemerintah bisa melahirkan Wakatobi baru di sejumlah kabupaten/kota.
Pada dasarnya, lanjut Rahman, semua daerah memiliki potensi yang hampir sama. Hanya saja, Wakatobi sudah lama dibarinding oleh Pemda di bawah kepemimpinan Hugua, sehingga ydaerah tersebut sudah jadi top 10 destinasi di Indonesia.
“Kalau kemudian Wakatobi tumbuh sendiri tanpa ada dukungan dari daerah lain, dari sisi amenitasnya dan aksebilitasnya, sementara target dari pemerintah kurang lebih sampai 2019 mendatang adalah satu juta wisatawan, tentunya hal ini akan menjadi sulit untuk diwujudkan. Inilah tujuan dan maksud kami membentuk DPC, sehingga bersama semuanya saudara-saudara kita di kabupaten bergeliat membangun sektor pariwisata ini,” tutupnya.
Laporan: Muhamad Isran/Ikas Cunge







