TenggaraNews.com, MUNA – Setelah menyambangi Kabupaten Kolaka dan Bombana, pasangan calon (Paslon) Gubernur Sultra nomor urut 3, Rusda Mahmud – Sjafei Kahar melanjutkan kampanye dialogisnya di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar), Selasa 27 Februari 2018.
Desa Tampo, Kecamatan Napabalo, Kabupaten Muna merupakan salah satu lokasi yang dikunjungi Paslon tersebut. Kehadiran Rusda-Sjafei disambut meriah oleh ratusan masyarakat.
Melalui agenda silutrahmi tersebut, seorang tokoh pemuda asal Tampo menyampaikan kepada kedua calon kepala daerah (Kada) tersebut, bahwa hal utama yang kini menjadi momok bagi masyarakat Tampo adalah banyaknya pengangguran. Untuk itu, warga ingin mengetahui solusi apa yang ditawarkan Rusda-Sjafei untuk menanggulangi hal tersebut.
Menanggapi pertanyaan tokoh pemuda tersebut, Rusda Mahmud mengungkapkan, untuk memajukan Tampo bukanlah persoalan yang sulit, karena banyak potensi yang bisa dikembangkan seperti kelautan dan pertanian.

“Tinggal di upgrade saja pola pikir masyarakat, dan tugas kami (Rusda-Sjafei) merealisasikannnya. Insya Allah jika kami di rahmati, yakin dan percaya Tampo ini akan menjadi kota dengan perdagangan terbesar di Raha,” ungkapnya.
Dikesempatan yang sama, Calon Wagub Sultra, Sjafei Kahar mengaku, bahwa dirinya sudah menekuni sektor pertanian dan kelautan selama 26 tahun, sehingga dirinya juga sudah sangat mengetahui caranya untuk mengembangkan Tampo.
“Insya Allah, Buton saja syaa kembangkan, masa daerah saya di Raha saya tidak kembangkan,” jelasnya.
.”Inodi ini mieno wuna, amaku mieno wuna dhua,” ujarnya dalam bahasa daerah Muna yang artinya “Saya ini orang Muna, bapaku orang Muna juga”.
Dikatakannya, dari tiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra yang ikut bertarung pada Pilgub Sultra Juni 2018 mendatang, hanya Paslon nomor urut 3 yakni Rusda-Sjafei yang merupakan bagian dari perwakilan Muna.
“Kalau ada keluarga, kenapa orang lain. Dari tiga calon ini, saya lah perwakilan raha,” kata Sjafei Kahar.
Laporan: Ikas Cunge









