TenggaraNews.com, KOLAKA TIMUR –Rencana Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kolaka Timur (Koltim) memanggil Bupati Koltim Drs H Tony Herbiansyah MSi dan istri, serta Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, terkesan dipaksakan.
Penilaian tersebut disampaikan Ali Topan, salah satu tim pemenangan pasangan H.Tony Herbiansyah-H.Baharuddin atau BersaTU.
Menurut wakil ketua Bidang Bapilu DPD Partai Nasdem Koltim ini, pemanggilan terhadap Bupati Koltim dan istri yang juga Kadis Dikmudora, termasuk bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa terkait acara pengresmian embung di Desa Teposua, mestinya tidak perlu dilakukan.
“Kalau mau klarifikasi terkait acara tersebut sebenanya cukup dengan menanyakan pada pihak pemerintah Desa Teposua sebagai pemilik acara tersebut, kehadiran bupati maupun ketua Tim penggerakan PKK di tempat itu adalah murni kegiatan pemerintahan atas undangan pemerintah Desa Teposua dan bukan kegiatan politik,” ujarnya.
Ali Topan mengatakan, kalaupun dalam acara itu terdapat sambutan yang bernada kampanye, maka hal itu perlu di pilah siapa yang menyampaikan itu. “Kebetulan yang dipermasalahkan kubu SBM adalah sambutan pak Kery, ya silahkan klarifikasi pak Kery, lagian sambutan itu adalah sambutan spontanitas, kalau dikatakan itu bentuk kampanye, sekarangkan belum masuk tahapan kampanye, apa bedanya dengan SBM waktu masih berstatus ASN dan belum mengundurkan diri, tapi sudah keliling sosialisasi sebagai calon bupati, jadi Bawaslu juga harus lebih cermat dalam menyikapi laporan yang masuk, sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa Bawaslu koltim tidak profesional,” ujarnya .
Mestinya Bawaslu Koltim lanjut Ali Topan, tidak menyatakan di media bahwa akan melakukan pemanggilan Bupati Koltim dan istri, tetapi harus menyebutkan para pihak, sebab merugikan calon BersaTU jika harus menyebut nama, sebagai tindakan praduga tidak bersalah tetap dikedepankan, karena belum tentu bersalah, bukan harus disebutkan.
“Lalu, rencana pemanggilan ibu bupati oleh Bawaslu Koltim menuai kecurigaan, sebab kehadiran beliau dalam kegiatan pemerintahan suatu hal yang tidak perlu dipermasalahkan dari sisi manapun. Menurut saya, justru penting untuk beliau datang agar di desa wisata tersebut bisa didorong agar ada unsur edukasi dan partisipatif perempuan ke depan. Jadi kalau laporan empat parpol tersebut juga melaporkan ibu Kadis Dikmudora, berarti patut dicurigai sebagai laporan tendensius,” tutupnya.
Laporan : Rustam









