TenggaraNews.com, MUNA – Hasmawati (26), warga Jalan Palangga, Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna meninggal dunia usai melakukan aksi nekat bunuh diri, dengan cara bakar diri menggunakan bensin, Rabu 3 Juli 2019 malam sekira pukul 22.00 Wita.
Kini jenasah guru Taman Kanak-kanak (TK) tersebut telah dipulangkan di tanah kelahirannya, di Labuan Belanda, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara.
Ibu satu anak ini menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 06.10 Wita, Kamis 4 Juli 2019.
Salah satu kerabat korban, Irwan (52) mengatakan, bahwa iparnya tersebut sering mengalami kesurupan dan itu sudah berlangsung sejak masih kuliah di Bau-bau. Saat berada di Raha, almarhumah tidak diketahui keberadaannya.
“Dia kadang jalan sendirinya saat masih kuliah, bahkan Wati sudah di obati juga. Kami baru tau kalau dia tinggal di Palangga, karena sebelumnya dia pernah tinggal di Kabangka dan mengajar di TK yang berada di Sinar Surya,” paparnya.
Dari keterangan dr. Idin sebelum meninggalnya almarhumah, yang menjadi kekhawatiran dari korban adalah membengkaknya daging yang habis terbakar itu, sehingga bisa menghimpit paru-paru dan dapat menyebabkan susah bernafas.
“Jadi kita liat dulu perkembangannya satu atau dua hari ini, yang jelas korban mengalami luka yang cukup serius diseluruh tubuhnya,” ucapnya dr. Idin usai melakukan perawatan terhadap korban di ruang UGD RSUD Muna, Rabu 3 Juli 2019 malam.
Laporan: Phoyo
Editor: Ikas









