TenggaraNews.com, KENDARI – Untuk menciptakan dan mewujudkan pemilihan gubernur (Pilgub) yang berintegritas, jujur, adil dan bersih. Tim pemenangan dua bakal calon pasangan (Bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, yakni Rusda Mahmud-Sjafei Kahar dan Ali Mazi-Lukman Abunawas berkomitmen untuk mengawal Pilgub yang akan dihelat pada Juni 2018 mendatang secara bersama-sama.
Langkah tersebut didasari atas paham dan semangat yang sama, antara Relawan Rusda Mahmud Ikrar Sjafei Kahar (RAISA) bersama Tim Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN).
Komitmen tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua bela pihak. Yang kemudian disepakati 4 point penting. yakni, kedua tim akan mengawal penerbitan surat keterangan (Suket) pengganti e-KTP, mengawal pencocokan dan penelitian data pemilih (Coklit), mengawal distribusi surat panggilan memilih (C6) dan mengawal rekruitment KPPS se-Kota Kendari dan Konsel.
“RAISA merespon sekaligus menginisiasi pertemuan ini di Posko RAISA, di Jl.MT. Haryono dengan tim AMAN. Khususnya tim Kota Kendari untuk mengawal jalannya Pilkada serentak di Sultra, dan kita khususkan di Kendari dan Konsel. Sesuai peran yang diberikan oleh Pak Rusda Mahmud, RAISA berkewajiban melakukan segala tanggung jawab pengawasan dan monitoring terhadap seluruh tahapan Pilkada, dan langkah awal kita nantinya adalah sesuai dengan kesepakatan rapat dengan kawan-kawan AMAN adalah melakukan audiensi dengan KPU, Bawaslu dan Capil,” terang Ketua Relawan RAISA Provinsi, Muhammad Yusuf Yahya kepada TenggaraNews.com, Jumat 9 Februari 2018.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa tujuan dari pertemuan ini, kedua belah pihak sangat mengharapkan peran masyarakat, untuk turut andil berkontribusi dalam mengawasi Pilkada Sultra ini.
“Insyaallah dengan semangat yang sama dan niat baik ini, akan melahirkan pemimpin yang bersih dan amanah, karna sesungguhnya Pilkada Sultra merupakan ajang mencari pemimpin Sultra bukan penguasa Sultra,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Satker AMAN Kota Kendari, Abdul Rasak mengaku sepakat dan mengapresiasi kerjasama tersebut. Menurutnya, penting untuk mengawal tahapan Pilgub, khususnya di Kendari dan Konsel, karena saat ini banyak terdapat indikasi kecurangan di dua daerah tersebut.
“Ini saja baru setahun habis Pilkada di Kendari, tiba-tiba jumlah pemilih sudah bertambah 50 ribu. Ini kan aneh, dari mana jumlah tersebut, belum lagi indikasi lainnya,” bebernya.
Selain itu, kedua belah pihak berharap, bukan hanya AMAN dan RAISA yang mengawal demokrasi berintegritas, melainkan perlu keterlibatan masyarakat secara konprehensif.
“Kami kira ini adalah komitmen, menjadi komitmen kita semua sebagai masyarakat Sultra, supaya bisa melahirkan pemimpin yang lahir dari demokrasi yang dicita-citakan bersama,” tutupnya.
Laporan: Ikas Cunge








