TenggaraNews.com, KENDARI – Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi telah resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi ke XXVII, di Pelataran Islamic Center Buton Utara (Butur), Selasa 20 Maret 2018 malam.
Teguh Setyabudi mengatakan, kawasan Islamic Center yang menjadi arena utama MTQ saat ini adalah wilayah yang jarang tersentuh, dan jauh dari jangkauan masyarakat. Namun dengan spirit MTQ, kondisinya kini telah berubah sebagai tempat multi fungsi.
“Jadi, tidak hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dan aktivitas publik lainnya,” ujar Teguh dalam sambutannya.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas dan infrastruktur termasuk keterbatasan anggaran tidak menyuluhkan semangat dan motivasi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Butur, dalam mengemban amanah sebagai penyelenggara MTQ dengan berbagai cabang yang menyertainya. Hal ini mencerminkan kuatnya nilai-nilai kemandirian dan identitas yang tertanam pada setiap individu masyarakat di Kabupaten Butur .
“Penempatan kafilah-kafilah dari kabupaten/kota se Sultra di rumah-rumah warga merupakan solusi cerdas, dalam mengatasi keterbatasan sarana akomodasi dan juga dimaksudkan agar masyarakat Butur bisa merasakan secara langsung sentuhan religi dari pelaksanaan MTQ ini,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, event keagamaan tersebut dapat menjadi sarana penguatan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan, baik sebagai sesama umat muslim dalam konteks ukhuwah Islamiyyah, maupun sebagai warga masyarakat Sultra dengan keragaman suku yang dimiliki dalam konteks ukhuwah watuniyah .
“MTQ tidak dapat dipisahkan dari upaya menumbuhkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an, sebagai sumber ilmu pengetahuan , petunjuk dan pedoman hidup umat manusia,” katanya.
Lebih lanjut, Teguh menambahkan, melalui kegiatan MTQ diyakini dapat memberi dorongan yang lebih memotivasi masyarakat untuk senantiasa mempelajari, membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.
“MTQ tidak hanya dimaknai sebagai even lomba seni baca Al-quran yang mengedepankan capaian prestasi juara semata, tetapi yang terpenting adalah penguatan implementasi nilai-nilai luhur ajaran Al-quran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.
Laporan: Muhamad Isran







